Tinjau Pembangunan Gedung ACMI Lanud Iswahjudi, Panglima TNI: Ini Top Gun-nya Indonesia

0

MYLESAT.COM – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau fasilitas ACMI (Air Combat Maneuvering Instrumentation) yang baru dibangun dan berada di kawasan Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur, Kamis (28/1). Dalam kunjungannya, Panglima TNI didampingi KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Baca Juga: 

Turut mendampingi Pangkogabwilhan III Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M dan pejabat lainnya baik dari Mabes TNI maupun TNI AU.

ACMI adalah sebuah sistem elektronik yang sangat dibutuhkan penerbang tempur untuk mengasah kemampuannya.

Gedung ACMI baru yang dibangun di Lanud  Iswahjudi ini masih dalam tahap finishing. Secara fisik bangunannya sudah selesai. Termasuk sebuah ruang teater berukuran besar yang digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi hasil latihan.

Gedung ACMI Lanud Iswahjudi, Madiun. Foto: beny adrian/ mylesat.com

ACMI merupakan fasilitas yang digunakan untuk menganalisa hasil latihan penerbang, baik platform pesawat tempur, pesawat angkut maupun helikopter.

Menurut Panglima TNI, dengan adanya ACMI maka pimpinan dapat memonitori dan mengendalikan jalannya latihan serta manuver pertempuran udara secara real time. Setelah itu dianalisa setelah latihan selesai dilaksanakan.

Saat meninjau ruang teater yang cukup luas itu, Marsekal Hadi terlihat sangat puas. Baik dari sisi bangunan maupun tata ruangnya.

Peralatan memang belum terpasang, baru ada bangku-bangku biru yang digunakan peserta layaknya anda menonton film di bioskop.

“Bagus sekali, ini nanti akan menjadi Top Gun-nya Indonesia, Top Gun Indonesia,” ungkap Marsekal Hadi berkali-kali.

Panglima TNI memang memberikan perhatian yang sangat besar dalam pengembangan kemampuan penerbang tempur TNI AU.

Selain berusaha memenuhi kebutuhan alutsista TNI AU dalam kerangka MEF (minimum essential force), Marsekal Hadi juga berupaya meningkatkan kemampuan penerbang tempur. Salah satu agendanya adalah dengan mengirim penerbang mengikuti pelatihan FWIC (fighter weapon instructor course) di luar negeri.

FWIC adalah sekolah penerbang tempur yang sejenis dengan Top Gun milik US Navy yang sangat populer itu.

Sejatinya inti dari ACMI itu berada pada instrumentation pod. Tabung atau pod ACMI mirip rudal AIM-9 Sidewinder yang dipasang di pesawat ini bertugas  mengumpulkan seluruh data dan pergerakan pesawat selama penerbangan. Data ini direkam secara digital untuk kemudian dikirim ke gedung ACMI agar bisa disaksikan secara langsung (real time).

Panglima TNI ruang teater yang digunakan untuk breifing usai penerbang. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Pimpinan latihan akan melihat pergerakan pesawat di udara dan mencatat setiap manuver yang nantinya akan dibahas bersama melalui monitor raksasa di ruang debrief.

Singkat kata, dengan ACMI ini maka penerbang tempur tidak perlu lagi berlatih dogfight menggunakan amunisi tajam. Meskipun secara teknologi, pesawat tempur TNI AU juga sudah dilengkapi sistem virtual aerial combat yang memungkinkan penerbang menghadapi musuh maya.

Selain menghemat biaya, penggunaan ACMI juga menghindari risiko tertembak. Panglima TNI menitip kepada KSAU untuk memelihara dan memaksimalkan fungsi ACMI.

Usai meninjau gedung ACMI, Panglima TNI dan rombongan melihat langsung pengerjaan pembangunan hanggar baru Skadron Udara 14 yang belum selesai dibangun.

Setelah diresmikannya Depohar 80 di Lanud Iswahjudi, Skadron 14 dialihfungsikan sebagai Depo 80.

Sedangkan Skadron 14 yang mengoperasikan pesawat tempur Sukhoi Su27/30, dipindahkan ke barat atau di seberang landasan dari posisi Skadron saat ini. Nantinya Skadron 14 akan bersebelahan dengan Skadron Udara 3.

Kepada pihak kontraktor yang ikut mendampingi, Panglima TNI menekankan untuk mengerjakan pembangunan sesuai kontrak dan kebutuhan. “Kalau ngerjainnya nggak benar, saya ganti nanti,” kata Hadi.

Pembangunan hanggar Skadron 14 secara kasat mata sudah selesai 90 persen. Bangunan sudah berdiri kokoh, kantor-kantor di sekelilingnya juga sudah selesai. Yang masih dalam tahap penyelesaian adalah pengecoran lantai yang masih berupa pondasi.

Begitu pula shelter di depan hanggar, sudah selesai dibangun. Termasuk akses jalan dari dan ke hanggar. Bangunan dalam hanggar ini sendiri berukuran 60 x 65 meter.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo saat meninjau hanggar, tak lupa menitipkan pembangunan sarana dan prasarana pendukung yang layak bagi personel.

“Saya minta dibangunkan kantin sekalian, yang bagus, jangan lagi membangun kantin seperti bedeng dan dibangunnya belakangan, termasuk buat mushala, supaya bangunan ini benar-benar selesai dan utuh,” ungkap KSAU kepada kontraktor.

Panglima TNI didampingi KSAU berdialog langsung dengan penerbang usai foto bersama. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sejatinya KSAU juga akan melihat kesiapan drone CH-4 Rainbow beserta peralatan pendukungnya yang akan diserahterimakan. Namun peninjauan dibatalkan karena sistemnya masih berada di dalam kontainer dan belum dirakit.

CH-4 adalah drone buatan China dengan kemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) yang sangat dibutuhkan oleh TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pernah mengatakan bahwa TNI akan mengakuisisi enam drone MALE untuk memperkuat TNI AU.

Drone ini memiliki kemampuan terbang di atas 10 jam. Drone ini diproduksi oleh China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). CH-4 memiliki panjang sembilan meter dan rentang sayap 18 meter. UAV ini mampu terbang hingga ketinggian maksimum 8.000 meter.

CH-4 dapat dilengkapi Synthetic Aperture Radar (SAR) yang membuatnya mampu terbang dalam cuaca berawan dengan jangkauan deteksi 30 km.

Dalam kunjungannya ini Panglima TNI menyempatkan diri foto bersama KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan rombongan serta penerbang tempur Lanud Iswahjudi.

Perhatian yang besar kepada penerbang tempur sebagai aset negara itu, itu lagi-lagi diungkap Panglima TNI usai mengikuti sesi foto bersama penerbang tempur Lanud Iswahjudi.

Setelah melaksanakan foto bersama, Panglima TNI didampingi KSAU berdialog langsung dengan ketiga komandan skadron di Lanud Iswahjudi dan dikelilingi oleh seluruh penerbang.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat meninjau hangar baru Skadron 14. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Mereka adalah Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Agung Dwi Ariyanto, Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Dharma T. Gultom, dan Komandan Skadron Udara 14 Mayor Pnb I Kadek Suta Arimbawa.

“Gagah-gagah semua, mereka ini aset kita, calon pimpinan TNI di masa depan, calon KSAU dan Panglima TNI,” ujar Hadi. Bahkan kepada Pangkogabwilhan III Letjen TNI Ganip Warsito, sambil berseloroh Hadi mengatakan, kalau di TNI AD itu elitenya ada Kostrad dan Kopassus, di TNI AU inilah elite-elitenya.

Share.

About Author

Leave A Reply