Mega dan Anisa, Duo Wara yang Ingin Jadi Penerbang Tempur dan Transpor TNI AU

0

MYLESAT.COM – Jalan masih panjang bagi Letnan Dua Mega Koftiana dan Letnan Dua Anisa Amalia Oktavia untuk bisa benar-benar menjadi penerbang TNI AU. Pasalnya, keduanya sedang menjalani fase ground school yang akan selesai menjelang akhir bulan ini.

“Kami akhir bulan ini akan mulai bina terbang, jadi baru ground school,” aku Letda Mega yang merupakan putri dari anggota TNI AD yang berdinas di Malang, Jawa Timur. Saat ini, aku Mega, mereka sudah mulai diperkenalkan dengan simulator sebagai pemanasan sebelum memasuki tahap bina terbang.

Keduanya ditemui mylesat.com di Gedung Sabang Meruke Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta saat Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI Nanny Hadi Tjahjanto memberikan pembekalan kepada taruna taruni AAU.

Pendidikan Sekolah Penerbang (Sekbang) berlangsung selama 18 bulan. Tahap pertama, siswa Sekbang akan mengikuti pendidikan kelas atau bina kelas murni yang disebut ground school selama 2,5 bulan di Skadron Pendidikan 104.

Tahap berikutnya adalah bina terbang latih dasar menggunakan pesawat Grob selama 3,5 bulan, dilanjutkan terbang latih lanjut menggunakan KT-1B Wong Bee.

Mega dan Anisa adalah dua dari 12 taruni AAU angkatan pertama yang lolos seleksi Sekbang. Mereka masuk AAU tahun 2013 dan dilantik pada 2017 oleh KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebanyak 117 perwira muda.

Kepada mylesat.com, keduanya mengaku masih belum bisa memastikan akan jadi penerbang apa. Mereka pun tidak mengira akan lolos seleksi penerbang.

“Mau jadi penerbang apa? Belum ada ke arah itu, karena perintah dan sesuai bakat dari hasil psikotest, kami terpilih,” tutur Anisa anak seorang wiraswasta di Yogyakarta.

Setelah terpilih di antara rekan-rekannya, Mega dan Anisa pun menjalani serangkaian pendidikan dan pemantapan. Termasuk menjalani pendidikan keperwiraan, dimatangkan lagi.

Mungkin karena tahap yang dilalui masih panjang, wajar saja kedua alumni SMA Taruna Nusantara ini hanya membisu ketika ditanya ingin jadi penerbang pesawat apa.

Namun setelah sedikit didesak, Anisa mengaku ingin jadi penerbang pesawat tempur. Sebaliknya Mega yang awalnya pasrah, buka mulut juga ingin jadi penerbang pesawat transpor.

“Kalau bisa jadi fighter, karena belum ada wanita jadi fighter di TNI,” aku Letda Anisa.

“Saya ingin jadi penerbang transpor,” jawab Letda Mega sambil senyum.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply