Hankam

Pasukan Khusus Amerika Bantu Tentara Filipina di Marawi

Tidak mudah bagi militer Filipina untuk menguasai kembali kota Marawi di Filipina Selatan. Kelompok yang mengakui berafiliasi dengan ISIS itu sudah berada di tengah-tengah warga, sehingga sulit bagi militer untuk membedakan mereka dengan penduduk setempat.

Karena itu, Amerika Serikat melalui Kedutaan di Manila menawarkan bantuan pasukan khusus saat mereka berusaha menyingkirkan militan Islam di selatan negara.

Pengumuman ini menyusul ucapan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang sebelumnya menegaskan bahwa ia akan mengurangi penerimaan negaranya terhadap bantuan militer dan ekonomi AS dan sebaliknya beralih ke China dan Rusia.

Menurut Manila Times, Angkatan Darat Filipina sedang berjuang mengalahkan ekstremis yang berusaha menguasai Marawi. Gerilyawan yang berafiliasi dengan Daesh dan kelompok jihad Abu Sayyaf dan Maute ini telah menggunakan senjata dan terowongan dan senjata antitank. Mereka juga dituduh menggunakan orang-orang yang tidak bersalah sebagai tameng.

Sekitar 13 tentara Filipina tewas pada hari Jumat dalam baku tembak jalanan. Kedutaan Besar AS di Filipina, yang menolak memberikan spesifikasi, telah mengumumkan bahwa pasukan Amerika sekarang membantu pasukan Filipina di wilayah selatan.

“Atas permintaan pemerintah Filipina, pasukan operasi khusus AS membantu Angkatan Darat Filipina dengan operasi yang sedang berlangsung di Marawi,” kata seorang juru bicara kedutaan AS. Seorang juru bicara Angkatan Darat AS merinci bahwa pasukan AS tidak terlibat dalam pertempuran, namun “memberikan dukungan teknis.”

Sekitar 20 warga sipil dan sekitar 138 kelompok perlawanan tewas dalam pertempuran.
Duterte mengumumkan darurat militer di wilayah tersebut dalam upayanya menghentikan penyebaran Daesh. Menurut sebuah pernyataan Sabtu dari kedutaan AS, Washington akan “terus bekerja sama dengan Filipina untuk menghadapi ancaman bersama terhadap perdamaian dan keamanan.”

Sekitar 200.000 orang telah mengungsi dan 250 tewas dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Marawi, yang dimulai pada tanggal 23 Mei.

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close