Sedianya Jumat (2/2/2018) kemarin, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan memeriksa lahan di Lanud Manuhua Biak, Papua Barat yang rencananya akan dibangun untuk Mako Koopsau III TNI AU.
Lahan yang disiapkan untuk pembangunan Mako Koopsau III ini adalah bekas lanud yang sudah tidak digunakan. Selain ada beberapa bangunan, juga tersedia landasan pacu.
Dulunya di Biak terdapat Kodau VII yang menggunakan landasan Boroukup (landasan lama) untuk mendukung operasional penerbangan. Namun sejak reorganisasi ABRI tahun 1983, Kodau dibubarkan dan diubah menjadi Koopsau. Alhasil di Biak hanya ada lanud tipe C.
Maka sejak itu, kegiatan penerbangan mulai dialihkan ke landasan baru (Bandara Frans Kaisiepo) demi alasan efisiensi dan safety. Karena landasan di Bandara Frans Kaisepo memiliki panjang 3.575 meter (terpanjang kedua di Indonesia) dan dianggap jauh lebih aman dibanding landasan Boroukup yang hanya 2.000 meter.
Untuk memeriksa kondisi lahan yang disediakan, telah disiapkan sekitar 20 sepeda motor trail oleh Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar guna memudahkan mobilisasi di medan off road tersebut.
Pagi-pagi sekitar pukul 08.00 WIT, Panglima TNI sudah tiba di lokasi. Di sebuah hanggar yang sudah tidak terpakai dan tidak jauh dari titik kumpul motor trail, terlihat satu kompi plus anggota Korpaskhas berkumpul.

Panglima TNI menerima penjelasan singkat lokasi yang akan ditinjau dari Danlanud Manuhua, Biak. Foto: beny adrian
Di dalam hati saya awalnya berpikir, kenapa begitu banyak pasukan untuk pengamanan kunjungan Panglima TNI? Oalah…. ternyata salah besar.
Pasukan ini ternyata berkumpul dalam rangka persiapan apel pratugas sebelum diberangkatkan untuk pengamanan daerah rawan (Pamrahwan) di Papua. Pemeriksaan akan dilakukan oleh Komandan Korpaskhas pagi itu juga.
Ya sudah, Panglima TNI telah mengenakan helm dan siap memeriksa lahan dimaksud. Panglima TNI dibonceng oleh ADC Lettu Pas Frinando. Sebelumnya Komandan Lanud Manuhua Biak Kolonel Pnb Fajar Adriyanto, memberikan paparan singkat lokasi yang akan dikunjungi.
Rombongan pun mulai bergerak menyelusuri jalan setapak yang lumayan licin, disusul mulai turunnya gerimis kecil yang seolah-olah membuntuti rombongan. Saya yang kebagian motor bebek, dibonceng teman fotografer dari Puspen TNI, Serda Deni.

Panglima TNI didampingi KSAU, KSAD (di belakang Danlanud), Wakil KSAL dan para pejabat Mabes TNI saat berada di lokasi peninjauan. Foto: beny adrian
Sekitar 100 meter kemudian, rombongan berhenti di sebuah lahan yang terlihat baru saja ditanami warga. Di sini Panglima TNI melihat kondisi lahan, yang di sana-sini terlihat menonjol batu karang di permukaannya.
Baru sekitar 2-3 menit di lokasi, gerimis turun semakin tebal. Karena itu Kolonel Fajar menyarankan kepada Panglima TNI untuk kembali bergerak sebelum hujan turun semakin deras.
Rombongan tiba di titik awal saat curah hujan semakin deras. Saat melintasi titik keberangkatan, sempat ada permintaan kepada Panglima TNI untuk berhenti dahulu menunggu hujan reda. Namun Marsekal Hadi memilih meneruskan perjalanan.
Belum 100 meter rombongan bergerak, hujan deras turun yang membuat perjalanan akhirnya dibatalkan. Motor trail Panglima TNI langsung dikebut ke arah shelter tempat Paskhas berkumpul.
Terang saja kaget, pasukan yang sedianya agak santai-santai, langsung berdiri dan berbaris rapi sambil mengenakan perlengkapan perorangan. Panglima TNI pun berteduh di shelter bekas tersebut.
Acara dadakan pun terjadi. Melihat ada pasukan di depannya, Panglima TNI langsung berinisiatif meminta mik untuk memberikan arahan. Dengan baju masih basah, Marsekal Hadi pun memberikan arahan singkat kepada 140 personel Paskhas itu.
“Panglima bukan melepas Paskhas, situasi kemarin memang kebetulan. Paskhas memang sedang persiapan Apel Pratugas sebelum diberangkatkan untuk pengamanan daerah rawan (Pamrahwan). Pemeriksaan kesiapan dilakukan oleh Dankorpaskhas yang datang pagi itu dengan airline,” jelas Kolonel Fajar lewat WA kepada mylesat.com.
Jadilah Paskhas yang sedang menunggu kedatangan Dankorpaskhas untuk persiapan apel di hanggar, menerima arahan dadakan dari Panglima TNI yang berteduh karena kehujanan.
Sejatinya arahan pagi itu diberikan oleh Komandan Korpaskhas Marsda TNI Seto Purnomo. Sesuai perintah dari Mabes TNI, Paskhas mengirimkan 140 anggotanya untuk tugas Pamrahwan di daerah Papua.
Semua pasukan berasal dari jajaran Wing 2 Paskhas yang berkedudukan di Makassar.

Peninjauan tidak dilanjutkan, Panglima TNI pun akhirnya memberikan arahan singkat kepada anggota Paskhas. Foto: beny adrian
Pasukan utama (main body) sebanyak 80 orang berasal dari Batalyon Komando 468/Sarotama, Biak. Sementara 60 personel lainnya merupakan gabungan dari Yonko 466 Makassar, 464 Malang, DenMatra 2 Malang, Den Hanud 472 Makassar, dan Sat Bravo.
“Pasukan bertugas di tujuh lokasi rawan di Provinsi Papua dan Papua Barat,” jelas Kolonel Fajar.
Dalam arahannya, Panglima TNI mengatakan bahwa penugasan ini adalah tugas mulia yang diberikan oleh negara. Karena itu Panglima TNI meminta kepada seluruh prajurit untuk melaksanakan tugas dengan sebak-baik mungkin, patuhi aturan, dan jangan melakukan pelanggaran.
“Jangan pernah sakiti hati rakyat, berbaur dan bantulah rakyat di tempat penugasan kalian sehingga kalian akan menyelesaikan tugas nantinya dengan senyum,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memberikan arahan.
Teks: beny adrian