Hankam

Satgas Indobatt XXIII-L Unifil Temukan UXO di Distrik Tulin Lebanon

Sebuah UXO (Unexploded Ordnance) atau bom yang belum meledak, berhasil ditemukan Tim Patroli Satgas Indobatt (Indonesia Battalion) Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) di sudut jalan wilayah Distrik Tulin, Lebanon Selatan beberapa waktu lalu.

Penemuan UXO yang mengejutkan warga Distrik Tulin, berawal saat salah satu personel Tim Patroli Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil yang beranggotakan delapan personel dan dipimpin Serka Risal, sekitar pukul 12.05 melihat benda asing berbentuk bom berwarna kuning tergeletak tidak jauh dari pinggir jalan.

Serka Risal selaku Komandan Regu (Danru) Patroli Falcon-4 segera memerintahkan pengemudi untuk menghentikan ranpur BTR-80, untuk kemudian turun dan mengobservasi objek.

Dari hasil pengamatan, Tim Patroli Satgas Indobatt memastikan bahwa benda yang mencurigakan tersebut adalah UXO yaitu bahan peledak yang sudah diaktifkan, namun  karena kesalahan teknis benda tersebut tidak dapat meledak.

Diperkirakan UXO ini sisa-sisa konflik Lebanon-Israel yang terjadi beberapa tahun silam.

Hulu ledak yang ditemukan berhasil diamankan. Foto: Penerangan Konga XXIII-L/Unifil

Selanjutnya melalui komunikasi radio, Serka Risal menghubungi Komandan Kompi Delta Kapten Inf Eko Yudho dan piket TOC (Tactical Operation Centre) Kompi Delta atas penemuan benda tersebut, untuk dilanjutkan ke TOC Markas Indobatt di UN Posn 7-1 Adshit Alqusyar.

Kapten Inf Eko Yudho segera memerintahkan anggota patroli Falcon-4 untuk mensterilisasi area penemuan, karena warga masyarakat Distrik Tulin semakin ramai mendatangi lokasi.

Sesuai SOP, Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil melaporkan temuan UXO kepada Sektor Timur Unifil. Sesuai STIR (Standardized Tactical Incident Reaction), Satgas Indobatt diwajibkan melibatkan EOD (Explosive Ordnance Disposal) yaitu tim penjinak bahan peledak dari LAF (Lebanese Armed Force).

Berkat kesiapan anggota Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil dan Tim EOD dari Lebanese Armed Force, UXO dapat dijinakan tanpa ada kendala dan korban apapun.

Setelah dianggap aman, UXO dibawa anggota LAF sebagai barang bukti untuk segera dimusnahkan.

“Sampai saat ini benda sejenis bahas peledak diperkirakan masih banyak di sekitar Area Operasi Indobatt, khususnya di area perbatasan kedua negara,” jelas Dansatgas Indobatt Letkol Inf Arfan Johan Wihananto.

Dansatgas Indobatt menghimbau anggota yang melaksanakan tugas di lapangan agar tetap berhati-hati.

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close