Wujud Perhatian Serius, Panglima TNI Tinjau Hanggar KFX/IFX di Bandung

Pemberitaan seputar keikutsertaan Indonesia dalam proyek pembuatan pesawat tempur Generasi 4,5 KFX/IFX dengan Korea Selatan tidak pernah stabil. Selalu naik turun dan cenderung tidak pasti.

Pesawat tempur ini diberi nama Korean Fighter Xperiment dan Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

Baca: Indonesia Akan Menarik Diri dari Program KFX/IFX, Benarkah?

Seperti beberapa bulan lalu, diberitakan bahwa Indonesia disebutkan tengah mempertimbangkan untuk menarik diri dari program pembuatan KFX/IFX dengan Korea Selatan.

Oven berbentuk lorong hijau ini akan digunakan untuk memanaskan komponen KFX/IFX. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Padahal awal Januari 2018 dalam kapasitasnya sebagai KSAU, Marsekal Hadi Tjahjanto saat menerima Chief Of Staff (COS) ROKAF Jenderal Lee Wang-Keun di Mabesau menyampaikan harapannya agar program KFX/IFX bisa berjalan lancar.

“Kerjasama militer antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya antara kedua angkatan udara, perlu ditingkatkan,” ujar Hadi.

Baca: Terima Kunjungan COS Korea Selatan, KSAU Berharap Program KFX/IFX Berjalan Lancar

Hadi berharap program kerjasama pembuatan pesawat tempur KFX/IFX dapat berjalan dengan lancar.

“Saat ini Indonesia sedang mengalami lompatan teknologi yang lebih tinggi pada program KFX/IFX yang merupakan pesawat generasi 4,5. Personel kami yang dididik di Korea Selatan juga sudah memiliki kemampuan tinggi,” tegas Hadi saat itu.

Nah, kebetulan berada di hanggar KFX/IFX milik Kementerian Pertahanan di kawasan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Senin (16/7/2018), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun langsung meninjau fasilitas yang sudah terpasang di hanggar ini.

Sore itu sebenarnya Panglima TNI tengah memeriksa kesiapan terkait akan dilaksanakannya pengarahan oleh Presiden Joko Widodo kepada Babinsa se-Indonesia yang dilaksanakan di hanggar KFX/IFX.

Hanggar KFX/IFX yang digunakan saat pengarahan Presiden Jokowi kepada Babinsa. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Baca: Besok Menjadi Hari Spesial Babinsa, Presiden Akan Temui Secara Resmi untuk Pertama Kalinya

Didampingi Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro, Panglima TNI dan KSAD Jenderal TNI Mulyono diajak melihat salah satu fasilitas yang sudah terpasang di hanggar KFX/IFX.

Berbentuk lorong dengan panjang sekitar enam meter, alat mirip silinder berwarna hijau ini terlihat sudah terpasang sebanyak dua unit. Satunya lagi berukuran lebih kecil.

“Ini dari mana, Pak Dirut,” tanya Panglima TNI kepada Elfien yang mengatakan bahwa silinder hijau ini berasal dari Jerman.

Menurut Elfien, lorong hijau ini adalah semacam oven yang berfungsi untuk memanaskan komponen yang selesai dibuat. Sesuai pembicaraan awal dengan pihak Korea, PTDI memang akan membuat sejumlah komponen untuk pesawat KFX/IFX.

Tidak lama memang Panglima TNI meninjau fasilitas ini. Namun kedatangan Marsekal Hadi sudah cukup sebagai isyarat perhatiannya terhadap proyek KFX/IFX.

Dua oven hijau yang sudah terpasang di hanggar KFX/IFX. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Hanggar KFX/IFX mulai dibangun tahun 2015, ditandai peletakan batu pertama pembangunan hanggar di kawasan PTDI di Bandung, Rabu, 2 September 2015.

Pembangunan hanggar KF-X/IF-X dilakukan di atas tanah seluas 4 hektar.

 

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: