Siap Ditugaskan di Pulau Terluar, Panglima TNI Lantik 150 Perwira Khusus Tenaga Kesehatan

0

Wajah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto terlihat berseri saat mendatangi 150 perwira lulusan Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier TNI khusus Tenaga Kesehatan dan Program Studi Khusus tahun 2018 di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Jumat (23/11/2018).

Pagi ini sebelum melantik para perwira karier dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa), Panglima TNI melaksanakan sesi foto bersama dengan para perwira.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menandatangani surat keputusan pelantikan perwira karier TNI. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Coba, mana yang dokter, berapa orang,” tanya Hadi disambut belasan perwira yang mengacungkan tangannya.

“Siap bertugas ke daerah perbatasan dan pulau terluar, ya,” tanya Marsekal Hadi lagi. Bahkan sambil bercanda, Panglima TNI menanyakan apakah ada yang masih ragu dan ingin mengundurkan diri?

“Ada yang mau mengundurkan diri, nggak,” ujar Hadi lagi. Sebelum memulai sesi foto bersama, Panglima TNI menegaskan kepada seluruh perwira karier bahwa berikutnya mereka akan ditempatkan di luar Pulau Jawa.

Perwakilan perwira siap dilantik oleh Panglima TNI. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Semuanya ditempatkan di luar Pulau Jawa,” tegas Hadi.

Khususnya kepada perwira dengan latar belakang kesehatan, Panglima TNI terlihat sangat berharap para perwira akan menjadi ujung tombak dalam rangka pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan.

“Kita belajar banyak dari bencana alam di Lombok dan Palu, tenaga kesehatan khususnya dokter sangat dibutuhkan dengan kondisi geografis dan potensi bencana yang cukup tinggi di negara kita,” beber Panglima TNI.

“Saya berikan penekanan khusus kepada perwira kesehatan, kalian akan menjadi ujung tombak TNI dalam bidang medis,” ungkap Hadi.

Perwakilan TNI AU menerima penandatanganan surat keputusan oleh Panglima TNI. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sebanyak 150 perwira lulusan Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier TNI khusus Tenaga Kesehatan dan Program Studi Khusus tahun 2018 ini pun menjalani upacara pelantikan dengan khidmat.

Mereka terdiri dari 100 perwira TNI AD, 21 perwira TNI AL, dan 29 perwira TNI AU. Dengan pelantikan ini, mereka pun berhak mengenakan pangkat letnan dua.

Dalam sambutannya saat upacara, Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat kepada para perwira yang sudah berhasil menyelesaikan pendidikan pertama perwira karier TNI dengan baik dan lancar.

Pengambilan sumpah para perwira karier TNI tahun 2018. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Para perwira sudah menyelesaikan satu tahapan pendidikan, untuk itu siapkan diri menghadapi pendidikan berikutnya. Saya perintahkan para perwira tidak berhenti membina diri, selesainya satu tahap pendidikan bukan berarti sudah lengkap karena tantangan ke depan menuntut kemampuan prajurit,” tutur Hadi.

Hadi juga mengingatkan kepada seluruh perwira, bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang sarat persaingan dengan peluang sangat potensial sekaligus dapat mengancam bila kita tidak siap menghadapinya.

Foto bersama para perwira dengan Panglima TNI dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto beserta para kepala staf angkatan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Saudara harus mampu memimpin, merencanakan, mengorganisir dan mengendalikan bidang penugasan di lapangan, tentunya akan sangat berbeda dengan organisasi lain karena tuntutan tugas yang dipercayakan kepada TNI,” kata Panglima TNI.

Di ujung sambutannya, Panglima TNI mengatakan menginginkan organisasi TNI yang adaptif yang hanya bisa dilakukan oleh perwira yang andal.

“Gunakan kesempatan yang ada untuk belajar dan bertanggung jawab terhadap anggota di bawah,” ungkap Panglima TNI.

Para lulusan terbaik diberi kesempatan foto bersama Panglima TNI dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Dari 150 perwira karier yang dilantik Panglima TNI pagi ini, mereka berasal dari 18 cabang keilmuan. Di antaranya dokter umum, dokter gigi, farmasi, radiologi, kesehatan masyarakat, keperawatan, elektromedik, gizi, dan kebidanan.

Sebanyak 77 orang merupakan dokter umum dan 14 orang dokter gigi. Terpilih sebagai lulusan terbaik dari TNI AD adalah drg. Roni Rustam Afandi, dari TNI AL adalah dr. Diputra Perkasa, dan dari TNI AU adalah dr. Ong Regie Kurniawan.

Sementara dari kelompok Wanita TNI yang terpilih sebagai lulusan terbaik adalah dr. Hilda Dwi Mahardiani dari TNI AL.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply