Ini Baru Kocak, Keringkan Landasan dengan 26 Busa Kasur di Lampung

Kunjungan kerja (kunker) pejabat Markas Besar (Mabes) ke daerah sering kali merepotkan pejabat lokal dalam hal ini komandan lanud.

Seperti hari itu, tutur Letkol (Pur) Sudijanto Adi yang ditulis di buku Derap Langkah 50 Tahun AAU 69 Bogowonto (2016), rombongan kunker Mabes TNI AU akan mendarat di Lanud Astra Ksetra, Lampung.

Hujan deras sejak semalaman mengguyur wilayah Lampung sehingga di pagi hari itu, landasan masih digenangi air.

Tidak mau membahayakan pendaratan tamunya dari Jakarta, Sudijanto Adi berinisiatif mengeringkan landasan secepat mungkin. Jangan bayangkan ada mobil pengering yang bisa menyedot dan memecah konsentrasi air. Apa yang dia lakukan?

Tidak hilang akal, Sudijanto mengumpulkan 26 busa kasur. Lalu bersama-sama dengan anggotanya menggunakan busa kasur itu untuk menghisap genangan di landasan hingga dirasa aman untuk pendaratan. Ada-ada saja, mungkin satu-satunya kejadian aneh di dunia penerbangan.

Cover buku Derap Langkah 50 Tahun AAU 69 BogowontoFoto: beny adrian/ mylesat.com

Satu kenangan lagi didongengkan Sudijanto saat ia bersama ground crew pesawat OV-10 Bronco ditarik dari Merauke ke Biak menggunakan pesawat C-47 Dakota. Mereka saat itu tengah mendukung cross country penerbang Bronco.

Karena tidak dilengkapi pressurized cabin, Dakota tidak memungkinkan terbang di atas puncak Jaya Wijaya. Kebetulan saat itu ada penumpang dalam kondisi sakit.

Di perjalanan pesawat dihadang cuaca buruk, sehingga pesawat berputar-putar untuk mencari celah agar bisa keluar dari awan pekat dan menemukan track ke arah Biak.

Lebih kurang empat jam pesawat berputar-putar sebelum akhirnya pilot memutuskan kembali ke pangkalan asal.

Setelah turun, tangki pesawat pun di-drain. Alamak, bahan bakar tinggal satu ember!

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: