Kisah Operasi SAR Helikopter Puma HT-3307 TNI AU: Terjebak Kabut Sentani

0

Terbang tree top

Keesokan harinya dalam rangka mendukung tugas operasi Kodam VIII, penulis memerintahkan pilot Lettu Pnb Sofyan Mandala Tobing (IDP 2) dengan kopilot Lettu Pnb Bagaskoro, JMU Serka M. Lutfi, dan pembantu JMU Sertu Amang Rosadi untuk mendorong logistik pasukan TNI AD yang bertugas di Desa Elelim.

Pagi hari itu cuaca di sekitar Sentani cukup cerah. Di arah selatan dari Bandara Sentani khususnya menuju ke Elelim, awannya cukup tinggi dan terpecah dengan top base sekitar 8.000 kaki.

Layaknya tugas kopilot yang akan terbang, Lettu Bagaskoro melakukan preflight check terhadap heli HT-3307. Usai memeriksa dibantu teknisi, ia menimbang dan seterusnya memasukan logistik TNI AD yang akan dikirim ke Elelim ke dalam kabin heli. Setelah selesai, ia melapor ke Lettu Pnb Tobing bahwa misi siap dilaksanakan.

Tanpa menunggu lagi, Lettu Tobing memerintahkan untuk bersiap terbang. Lettu Bagaskoro segera memakai helm dan bergegas naik ke kokpit untuk kemudian duduk di kursi kiri.

Demikian pula Lettu Tobing. Setelah memakai helm menyusul naik ke kokpit, kemudian duduk di kanan. Selanjutnya mereka memasang safety belt.

Lettu Tobing melakukan start engine nomor 1 dilanjutkan mesin nomor 2. Setelah HT-3307 siap terbang, Lettu Tobing calling tower Bandara Sentani untuk minta izin lepas landas.

Pukul 07.57 WIT, HT-3307 lepas landas dari Sentani menuju Elelim. Lettu Tobing menghubungi ”Jayapura Approach” sekitar pukul 08.27 untuk melaporkan bahwa posisinya sudah berada pada 60 Nm dari Sentani dengan ketinggian 3.000 kaki dan kondisi heli dalam keadaan normal.

Beberapa menit kemudian Lettu Tobing kembali calling ”Jayapura Approach”, melaporkan bahwa posisinya sudah sampai di Elelim dan segera melakukan pendaratan di helipad TNI AD.

Logistik diturunkan. Tak lama kemudian, pada pukul 09.07, HT-3307 sudah take off lagi menuju Sentani dengan ketinggian 4.000 kaki dengan perkiraan tiba pukul 10.00.

Karena cuaca di ketinggian 4.000 kaki kurang baik, Lettu Tobing mengabari ”Jayapura Approach” bahwa posisi mereka pada jarak 30 Nm dari Sentani sekalian minta izin menurunkan ketinggian ke 2.500 kaki.

Selama perjalanan menuju Sentani dengan ketinggian 2.500 kaki, terlihat base clouds cukup rendah dan di sana-sini masih terlihat kabut menempel di pepohonan.

Agar tidak lose contact dengan pepohonan yang ada di bawahnya, Lettu Tobing melakukan tree top (terbang rendah).

1 2 3 4 5 6
Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply