Kisah Operasi SAR Helikopter Puma HT-3307 TNI AU: Terjebak Kabut Sentani

0

Mengantar jenasah

Keesokan harinya pukul 07.00, 16 Desember 1992, heli HT-3314 dengan pilot Kapten Pnb Dwi Djatmiko SB, take off dari hanggar Lanud menuju ke lokasi jatuhnya heli HT-3307.

Pada penerbangan pagi itu, penumpang yang onboard adalah empat tim SAR Lanud Jayapura yaitu Sertu Sutrisno, Serda Sidik, Kopda Sudarto, dan Pratu Mighfar.

Dua lagi adalah tim SAR Paskhas dari Lanud Biak atas nama Serda Sunara dan operator radio TNI AD dari Yonif 751 Pratu Albani.

Mereka ini akan bertugas mengambil jenazah Lettu Pnb Bagaskoro yang masih terjepit di dalam kokpit heli HT-3307 dan membuat helipad di sekitar jatuhnya heli.

Setelah sampai di atas lokasi jatuhnya heli, Kapten Djatmiko segera hover dan anggota tim SAR bergantian turun ke bawah dengan teknik rappeling.

Setelah semua tim mendarat, Kapten Djatmiko take off kembali ke Sentani. Pada pukul 09.00, via sentral komunikasi Lanud, penulis mendapat laporan dari tim SAR bahwa jenazah Lettu Bagaskoro sudah dapat dikeluarkan dari dalam kokpit, namun helipadnya belum jadi.

Setelah itu, dengan seizin komandan Lanud, penulis ikut terbang ke sasaran guna menjemput jenazah Lettu Bagaskoro. Beberapa saat sebelum masuk kabin heli penolong, penulis sempat menginstruksikan ke anggota kesehatan Lanud untuk mensiagakan ambulan di lapangan terbang ”Hollandia Drome”.

Karena lokasi dari Hollandia Drome di belakang kantor markas Lanud, jenazah Lettu Bagaskoro akan dapat lebih cepat sampai di poliklinik Lanud.

Penghormatan terakhir kru heli kepada Lettu Bagaskoro. Foto: Sujendro

Setelah melakukan start engine dan heli HT-3314 siap terbang, Kapten Djatmiko segera calling tower minta izin take off. Beberapa saat kemudian heli penolong sudah sampai lagi di atas sasaran. Karena helipadnya belum jadi, Kapten Djatmiko terbang hover lagi di atas sasaran.

JMU heli menurunkan jaring hoist. Setelah jaring sampai di bawah, anggota tim SAR segera memasukan jenazah Lettu Bagaskoro ke dalam jaring.

Dengan menggunakan jaring, JMU segera menaikan jenazah ke atas dan memasukannya ke kabin heli penolong. Setelah itu Kapten Djatmiko take off lagi menuju Holandia Drome.

Ketika sedang persiapan untuk dilakukan shalat jenazah di mushalla Lanud, tiba-tiba di radio HT penulis terdengar panggilan dari Komandan Lanud yang memerintahkan penulis segera menghadap beliau di kantornya.

Kepada penulis, Komandan menitipkan sebuah bingkisan untuk orang tua korban dan memerintahkan penulis segera bersiap-siap berangkat ke Jakarta dengan pesawat C-130 Hercules TNI AU yang sudah standby di apron Bandara Sentani.

Hercules sengaja dikirim untuk membawa jenazah dan selanjutnya menyerahkan jenazah Lettu Pnb Bagaskoro kepada keluarganya yang tinggal dikomplek TNI AD Pinangranti Jakarta.

 

Teks: marsma (pur) sujendro/beny adrian

1 2 3 4 5 6
Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply