Kisah Operasi SAR Helikopter Puma HT-3307 TNI AU: Terjebak Kabut Sentani

0

Tabrak pohon

Pada saat terbang tree top karena base clouds cukup rendah dan kondisi alam yang dilalui kadang tidak rata, apabila di depannya ada kabut dan awan di atasnya tidak ada celah untuk menerobosnya, Lettu Tobing terpaksa menerobos kabut.

Pada pukul 09.32, lagi-lagi dihadapannya terlihat terrain alam menanjak yang ia perkirakan punggung perbukitan yang membujur dari timur ke barat. Di atas terrain alam menanjak itu diselimuti kabut. Base clouds awan di atas helinya juga tidak ada celah.

Oleh karena itu, Lettu Tobing memutuskan tetap menerobos kabut yang menutupi punggung perbukitan. Ketika helinya mulai masuk kabut yang menyelimuti perbukitan, ia hanya melihat butiran-butiran kabut lembut berwarna putih menghantam kaca depan kokpitnya.

Sepersekian detik kemudian Lettu Tobing sempat melihat samar-samar beberapa puncak pohon di depannya mulai merendah. Oleh karena itu, ia memperkirakan bahwa posisi helinya telah melewati punggung perbukitan.

Agar  tidak lose contact dengan puncak pepohonan di bawahnya, tangan kanan Lettu Tobing mendorong cyclick stick ke depan, dengan harapan helinya menukik ke lereng bukit di utara.

Karena kabutnya sangat pekat, tiba-tiba saja di depannya sudah menghadang sebuah puncak pohon tinggi. Dengan cekatan, tangan kanan Lettu Tobing menarik cyclick stick ke belakang dan menggesernya ke kiri dengan harapan dapat menaikan ketinggian helinya, dan mengubah arahnya menjadi belok kiri. Sehingga helinya dapat terhindar dari tabrakan dengan puncak pohon itu.

Namun karena jarak puncak pohon di depannya sudah sangat dekat dan kecepatan heli sangat cepat, ketika posisi hidung helinya baru mulai akan berubah nose up, tiba-tiba di sebelah kanan depan terdengar suara traaaaak…. keras disertai berhamburannya serpihan ranting dan dedaunan pohon di sebelah kanan depan heli.

Suara itu rupanya berasal dari benturan tipis antara ujung main rotor blade dengan ujung ranting di puncak pohon di kanan.

Secara reflek tangan kanannya menarik lagi cyclick stick lebih ke belakang dengan cepat. Tangan kirinya reflek menarik collective ke atas dengan cepat, sehingga helinya nose up sambil bank ke kiri.

Sepersekian detik kemudian, dan di luar dugaannya, di arah kirinya dengan jarak sangat dekat menghadang pohon hutan yang tumbuh di lereng sebelah utara dari perbukitan. Tiba-tiba saja, traaak… braaak, braaaak…. buuuumm.

Suara keras itu berasal dari tebasan empat bilah main rotor blade dan kemudian pohon hutan membentur bodi heli. Keempat bilah main rotor blade patah dan hancur berantakan, beterbangan ke segala arah seperti pisau terbang dalam film laga China.

Sedangkan bodi heli dan kokpit kiri menghantam dengan keras ke batang pohon yang masih tegak berdiri seolah tak tergoyahkan. Kepala kopilot Lettu Bagaskoro membentur batang pohon dengan keras hingga membuat ringsek helm yang ia pakai.

1 2 3 4 5 6
Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply