Pantesan feeling saya
Setelah dekat, ia melakukan holding di atas lokasi jatuhnya heli HT-3307 untuk memastikan bahwa mereka adalah benar-benar anak buahnya yang sedang dicari. Setelah yakin, Kapten Djatmiko segera approach ke lokasi.
Tak lama kemudian ia dapat terbang hover di atas posisi anak buahnya. Selanjutnya memerintahkan seorang anggota Paskhas segera turun ke bawah menggunakan jangkar yang dikaitkan pada kabel hoist.
Setelah anggota Paskhas duduk di atas jangkar, JMU menurunkan  jangkar sampai di atas tanah. Tak lama kemudian terlihat anggota Paskhas itu bersama Lettu Tobing membantu survivor pertama yaitu Serka Lutfi yang mengalami luka agak parah dinaikan.
Kemudian anggota Paskhasau itu dengan menggunakan tangannya memberikan kode-kode kepada JMU di pintu kabin heli untuk segera menarik Serka Lutfi. Giliran orang kedua, Serda Amang dinaikan. Dan orang ketiga adalah Lettu Tobing.
Sedangkan Lettu Bagaskoro yang diduga sudah meninggal karena posisinya masih terjepit di dalam kokpit dan sulit dikeluarkan, untuk sementara waktu ditinggalkan. Setelah anggota Paskhas kembali naik, Kapten Djatmiko segera take off kembali ke Sentani.
Setelah heli HT-3314 mendarat kembali di Lanud dan mesin masih pada posisi idle, terlihat para kru heli dibantu anggota Lanud dan dari Bandara Sentani membantu mengotong ketiga survivor ke mobil ambulan.
Kapten Djatmiko terlihat turun dengan gontai dari heli. Ia sangat terpukul dengan kejadian ini yang menewaskan salah satu perwira penerbangnya dengan jatuhnya heli Puma yang menjadi tanggung jawabnya. Karena itu penulis segera mendekati Kapten Djatmiko.
â€Mas Djendro, saya bertanggung jawab atas kejadian ini,†tutur Kapten Djatmiko, yang di mata penulis terlihat sok berat. â€Yang bertanggung jawab atas semua kejadian ini adalah saya, bukan anda, karena saya lah yang membuat Surat Perintah Terbang,†tegas penulis berusaha menenangkan Kapten Djatmiko.
Benar saja, Kapten Djatmiko mulai agak tenang. Kemudian penulis mengulurkan tangan ke arah Kapten Djatmiko, yang disambut uluran tangan kanannya, kemudian penulis menariknya sampai berdiri.
Setelah itu penulis mengajak Kapten Djatmiko ke ruang istirahat perwira guna menceritakan kronologis kejadiannya. Ketika penulis sedang berbincang-bincang dengan Kapten Djatmiko, tiba-tiba di HT penulis ada panggilan dari salah seorang staf operasi Lanud yaitu Serma Djagraditha.
Ia menginformasikan bahwa Letkol Djoko Suyanto akan segera tiba dengan menumpang pesawat Garuda. Sontak penulis langsung berpamitan dan bergegas menuju apron Bandara Sentani.
Setelah Garuda mendarat, penulis langsung menjemput di bawah anak tangga. Dengan tersenyum lebar terlihat Letkol Djoko Suyanto keluar dari pesawat dan menuruni anak tangga.
Sambil berjalan menuju base ops Lanud, penulis menceritakan tentang jatuhnya heli HT-3307 tadi pagi dengan memakan korban kopilotnya meninggal dunia.
Beliau sempat menghentikan sejenak langkahnya dan menatap penulis dalam-dalam, kemudian berkata, â€Pantesan feeling saya mengatakan, kalau saya harus segera kembali ke Jayapura hari ini.â€