Kunjungi Skadik 201 di Bandung, KSAU Sempatkan Berbicara dengan Serka Rian dalam Bahasa Inggris

0

MYLESAT.COM – Bahasa Inggris adalah alat komunikasi utama yang digunakan dalam dunia penerbangan, termasuk militer. Sebagian besar alutsistas TNI AU pun berasal dari Blok Barat. Itu sebabnya penguasaan bahasa Inggris menjadi penting bagi personel TNI AU.

Baca Juga: 

Soal ini menjadi perhatian KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat melakukan kunjungan kerja ke Lanud Sulaiman dan Mako Korpaskhasau di Bandung, Selasa (30/03/2021).

Di antara satuan yang dikunjungi KSAU adalah Skadron Pendidikan (Skadik) 201 yang berada di Lanud Sulaiman.

Masuk ke dalam ruangan di saat jam pelajaran, Marsekal Fadjar langsung berdiri di hadapan para siswa. Menyebut nama salah seorang bintara, Serka Rian, KSAU memintanya berdiri dan memperkenalkan.

KSAU melihat langsung suasana belajar di Skadik 201. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Introduce your self, stand up please,” ujar KSAU. Bintara ini pun dengan percaya diri langsung berdiri dan kemudian berbicara dalam bahasa Inggris untuk memperkenalkan dirinya dan asal satuannya.

KSAU terlihat tersenyum dan mendengarkan penjelasan bintara ini.

“Saya koreksi sedikit ya, kalau memperkenalkan diri tidak usah terlalu detail dan baku, cukup katakan my name is Rian, I am chief sergeant and from bla bla bla….,” kata KSAU, yang kemudian meminta semua siswa untuk belajar dengan baik dan perbanyak berlatih.

Sambil meninggalkan ruang kelas, KSAU nyeletuk kepada Komandan Skadik 201 Letkol Sus Edo Hartono, S.S.,M.Pd.,M.I.Pol. “Siswa kamu berani-berani ya, hebat,” aku Fadjar.

Setelah melihat langsung suasana di ruang kelas, KSAU kemudian memeriksa sarana dan prasarana yang ada di Skadik 201. Beberapa hal menjadi perhatian KSAU, dan memintanya untuk diperbaiki.

Menyebut Skadik 201 tidak terlepas dari Proyek Ganesha. Skadron Pendidikan 201 adalah unsur pelaksana Lanud Sulaiman dan berkedudukan langsung di bawah Komandan Lanud Sulaiman.

Skadik 201 bertugas melaksanakan pendidikan Sejurba Sekolah Bahasa Inggris Teknik (SBIT), Sekolah Bahasa Inggris Teknik Lanjutan (SBITL), Instructor Training Course (ITC) dan Kursus Guru Militer untuk Perwira dan Bintara.

Sebelum Proyek Ganesha, TNI AU telah bertekad untuk meningkatkan dan mengembangkan sistem pendidikan di TNI AU untuk mengimbangi perkembangan alutsista udara yang selalu dibarengi dengan penerapan teknologi mutakhir. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat.

Untuk itu TNI AU merintis kerjasama dengan PT Telemedia Nusantara pada November 1981 dan ditingkatkan pada 25 Agustus 1982 dengan penandatanganan kontrak jasa konsultan pengembangan sistem pendidikan.

Kontrak jasa konsultan tersebut meliputi pengembangan kurikulum dan penyusunan bahan pendidikan, Kursus Instruktur (ITC), Sekolah Bahasa Inggris Teknik, Aviation Electronic and Electricity Course, Basic Mechanical Skill Course, Instructional System Development serta survei dan penyusunan kebutuhan training aids untuk pendidikan jurusan teknik pesawat terbang, elektronika, senjata dan lain-lain.

Proyek Ganesha adalah kerjasama TNI AU dengan Telemedia Program (Amerika Serikat) untuk pengembangan pendidikan dan transfer teknologi pendidikan.

Dari awalnya Proyek Ganesha, TNI AU dan Telemedia bekerjasama untuk menghasilkan metodologi pendidikan dan material bagi mekanik dan teknisi serta penyelia.

KSAU meninjau sarana dan prasarana yang dipakai untuk mendukung pembelajaran di Skadik 201. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Keberhasilan program ini diukur dari peningkatan kemampuan TNI AU untuk mencukupi kebutuhan sendiri dalam pengembangan pendidikan dan program manajemen. Dengan alasan itulah maka program kerjasama dilaksanakan dan dikembangkan mulai April 1983.

Di samping pendidikan elektronika, sejak 1983, Lanud Sulaiman (saat masih ada Wing Dik 2) juga diserahi tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan pendidikan dengan sistem ISD (Instructional System Development atau Pengembangan Sistem Pendidikan) yang didukung fasilitas dan peralatan belajar yang lengkap.

Proyek Ganesha diarahkan untuk mendidik calon bintara teknisi TNI AU dan merupakan paket pendidikan selama kurang lebih 2 tahun melalui pentahapan.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply