Wajib Baca, Inilah Kehebatan F-16 Block 70 Tercanggih yang Akan Dibuat di India

Pada ajang Paris Air Show tahun ini, Lockheed Martin (AS) mengumumkan rencana produksi F-16 Fighting Falcon varian tercanggih yang dilabeli F-16 Block 70 bersama India.

Penawaran untuk fasilitas lini produksi jet tempur varian terbaru dan digadang tercanggih dari keluarga besar penempur legendaris Fighting Falcon ini, sebetulnya sudah diduga sebelumnya. Celahnya ada pada kesadaran India bahwa ratusan penempur ringan MiG-21 Fishbed yang kondisinya sudah mendesak untuk dipensiunkan itu tak bisa serta merta digantikan oleh jet tempur kelas menengah.

Hal ini pernah dicanangkan dalam program MMRCA yang akhirnya kandas. Penempur ringan ya memang cocoknya digantikan oleh penempur ringan.

F-16 Block 70 merupakan kelanjutan dari program F-16V yang digulirkan pada ajang pameran kedirgantaraan bergengsi Singapore Airshow 2012. Aksara V merupakan kependekan dari Viper, sebutan akrab para pilot dan teknisi F-16 selama ini.

Julukan kesayangan ini bahkan sudah eksis sebelum nama julukan resmi (official nickname) “Fighting Falcon” diumumkan.

F-16V kala itu diumumkan Lockheed terdiri dari dua pilihan/ opsi yaitu pesawat produksi baru (new built aircraft) atau sekadar berupa paket peningkatan kemampuan yang terkustomisasi sesuai spesifikasi yang dimaui pembeli (customized upgrade package).

Inti dari konfigurasi F-16V ada pada peningkatan kecanggihan avionik yang bertumpu pada radar berteknologi AESA, komputer misi, manajemen kokpit serta kemampuan terhubung dengan alutsista lain dalam sebuah jejaring data (data network-enabled).

Profil F-16 Block 70. Foto Lockheed Martin

Kustomer perdana F-16V adalah Taiwan yang memesan opsi paket upgrade untuk 144 unit F-16A/B Block 20. F-16A Block 20 berkonfigurasi V terbang perdana16 Oktober 2015, dengan avionik serba baru sudah terpasang termasuk radar APG-83 SABR (Scalable Agile Beam Radar).

Belakangan Lockheed menyadari bahwa mahalnya harga jet tempur F-35 Lightning II mengakibatkan belum tentu setiap operator F-16 mau (dan mampu) membeli F-35 kelak.

Sekedar catatan, varian F-35A yang merupakan varian untuk AU AS yang dibanderol paling murah di antara ketiga varian (A – CTOL, B – STOVL dan C – carrier version), label harganya masih bertengger di kisaran 100 juta dolar per unit.

Celah pasar inilah yang tak ingin dilepas dari genggaman Lockheed. Belakangan, opsi new-built F-16V mengalami proses rebranding menjadi F-16 Block 70.

Secara garis besar, kemampuan varian teranyar keluarga Elang Penempur ini digambarkan Lockheed sebagai “pesawat tempur generasi empat plus dengan teknologi mendekati generasi kelima”.

Berikut hasil intip kecanggihan F-16 Block 70 :

  • APG-83 SABR (Scalable Agile Beam Radar) berteknologi AESA (Active Electronically Scanned Array)
  • 1 x core computer baru dan 2 x upgraded core computer
  • High-Definition Center Pedestal Display (CPD) ukuran 6 x 8 inci
  • Digital Video and High-Speed Data Network
  • Link 16 data link
  • 2 x dual-band radio
  • Joint Helmet Mounted Cueing System II (JHMCS II)
  • Advanced IFF (Identification Friend or Foe)
  • OBOGS (On Board Oxygen Generating System)
  • DFCS (Digital Flight Control Systems) dengan Auto GCAS (Automatic Ground Collision Avoidance System)
  • IEWS (Internal Electronic Warfare System) yang terintegrasi dengan chaff and flare dispenser
  • tangki bahan bakar konformal atau CFT (Conformal Fuel Tanks)
  • kompatibilitas dengan pod pemindai dan penjejak target generasi terbaru, bisa keluarga LITENING maupun SNIPER.
  • ruang internal tambahan untuk avionik dan subsistem lain pada F-16 Block 70 varian kursi ganda atau yang selama ini dikenal dengan dorsal spine seperti terdapat pada F-16D Block 50+/52+, F-16I Sufa dan F-16F Block 60.
  • IRST (infra red search and track system) internal seperti yang terpasang pada F-16E/F Block 60 Desert Falcon milik AU Uni Emirat Arab.
  • CARTS (Conformal Air Refuel Tank System) yaitu sistem pengisian bahan bakar di udara (AAR) dengan sistem probe-drogue yang dibenamkan di bagian depan CFT sisi kanan. Fitur ini pernah ditawarkan ke India dalam kompetisi MMRCA beberapa tahun lalu. Seperti diketahui, sejauh ini semua F-16 dilengkapi sistem AAR dengan sistem boomreceptacle. Meski fitur ini masih berupa opsional, namun CARTS menjadikan F-16 Block 70 satu-satunya jet tempur di dunia yang mampu melaksanakan proses AAR dengan dua sistem sekaligus: boomreceptacle maupun probe-drogue.

Menurut pabrikan, fitur IRST dan CARTS sifatnya opsional. Hal ini lebih disebabkan lantaran pod SNIPER maupun LITENING generasi terbaru pun sesungguhnya sudah memiliki fitur FLIR (forward looking infra red) beresolusi tinggi dan bisa difungsikan layaknya IRST.

Sementara untuk fitur CARTS masih harus menjalani sertifikasi final sebelum dinyatakan siap masuk tahap produksi massal.

Namun jika opsi CARTS tetap dipilih pembeli, Lockheed sudah siap memfinalisasinya dan ini akan menjadikan F-16 Block 70 satu-satunya jet tempur di dunia yang mampu melaksanakan proses AAR dengan dua sistem sekaligus: boomreceptacle maupun probe-drogue.

Kendati tak bicara banyak soal mesin, namun sesuai labelnya Block 70, mesin yang dijagokan pabrikan adalah General Electric F110. Sekadar menyegarkan ingatan, sejak subvarian Block 30, ada dua alternatif mesin bagi pembeli F-16 dengan pembeda adalah angka terakhir dari Block yang bersangkutan.

Sejak Block 30, nomor Block dengan akhiran angka 0 menunjukkan varian itu ditenagai mesin F110 buatan General Electric, sedangkan Block berakhiran angka 2 ditenagai mesin F100 buatan Pratt & Whitney.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kendati yang disodorkan dalam tawaran ke India adalah Block 70, tak menutup kemungkinan pabrikan menyuplai subvarian dengan mesin Pratt & Whitney F100. Tentu saja desainasinya mungkin berganti jadi F-16 Block 72.

 

Teks: antonius kk

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: